lelaki itu duduk di atas tumpukan batu.Dia tampak diam,tenang dan khusuk dalam lamunannya. Pikirannya terbawa ke masa yang dia sendiri hampir tidak menginginkannya. Masa itu adalah saat rasa ingin berkata-kata,masa itu kata tidak percaya rasa karenanya rasa tersiksa karena rasa tidak dberi bentuk oleh kata.cinta..lelaki itu tidak ingat kapan persisnya rasa itu datang,lalu tumbuh dan berujung kerinduan. Tapi lagi-lagi tidak terangkai dalam kata,kata yang membentuk rasa rindu tidak pernah jadi,dia terlalu sombong untuk diberi rupa,kata tidak sanggup melukisku,katanya..









