- Koordinasikan dengan pemberi tugas mengenai urutan-urutan kerja/Prioritas kerja dengan mempertimbangkan urutan penyelesaian yang diminta dan aksesibilitas kerja agar tercapai produktivitas yang terbaik.
- Tentukan/tetapkan pengunaan tanda tanda yang disepakati yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan pengukuran dan pematokan agar tidak terjadi kerancuan dalam membedakan titik titik pengeboran dengan titik titik as bangunana dan atau titik bantu yang lainnya.
- Untuk menghindari pergeseran as tiang dari koordinat yang telah ditentukan maka digunakan titik bantu selama proses pengeboran
- Proses pengeboran dimulai dengan mengunakan auger soil hingga mencapai permukaan air tanah. Kemudian dilanjutkan dengan mengunkaan n drilling bucket hingga mencapai kedalaman lubang yang ditentukan.
- Lakukan pengambilan sample tanah pada kedalaman dimana terdapat perbedaan jenis tanah selama proses pengeboran.
- Untuk menghindari kelongsoran permukaan dinding lubang ketika dilakukan pengeboran, maka setelah pengeboran mencapai kedalaman 3-6 m (tergantung kondisi tanah) dilakukan pemasangan casing sementara.
- Untuk membersihkan dasar lubang dari kotoran atau lumpur akibat pengeboran maka digunakan cleaning bucket.
- Setelah dasar lubang bersih dari kotoran atau lumpur maka dilanjutkan dengan pemasangan tulangan pondasi.
- Setelah dasar lubang bersiha dari kotoran atau l umpur makan dilanjutkan dengan pemasang tulangan pondasi.
- Setelah selesai, casing sementara dicabut perlahan. Hal ini dilakukan agartidak tersjadi segregasi pada beton.
Peralatan :
1. Mesin Bor
2. Alat Bor
3. Service Crane
4. Excavator
Bahan :
Beton fc’40 Mpa slump 16-18 cm fly ash max 10%
Pembesian tulangan utama BJTD 40 (besi ulir) dan tulangan spiral BJTP -24









