Bicara Psikologi

9 10 2009

tanya

Tau bedanya psikologi orang tua sama anak Muda? Saya kadang suka nanya-nanya klo sudah hang (bahkan rumput yang bergoyang sudah tidak sanggup bergoyang, bingung jawabnya), tapi tidak jarang saya kecewa dengan jawaban mereka. Mungkin cara nanyanya yang kurang tepat atau waktunya belum pas. Tapi setidaknya saya belajar, belajar bertanya pada orang. Jadi bertanya itu juga ada seninya. Seninya, harus tau bertanya sama siapa.

Gini, sampelnya bertanya pada kawan yang masih muda :” Bang ini kok aneh ya, bisa tolong dijelasin gak?”,

jawabnya ” Bego amat sih lu, itu aja ga tau” atau dijawab gini ” Coba cek di google aja dah, biasanya ada kok, klo gak ada berarti luar biasa”…halaah

Bertanya sama kawan-kawan memang harus banyak bersabar. Begitulah,  Dia belum ada waktu untuk berbagi karena masih banyak yang ingin dipelajarinya. Pertanyaan yang kita anggap penting baginya tidak sepenting anggapan kita. Kebanggaan untuk berbagi belum tumbuh, yang ada hanya mencari, haus akan hal-hal baru dan menantang.

Tapi cobalah bertanya pada orang yang tua, berpengalaman, Dia akan senang hati menjelaskan semuanya pada Anda, bahkan Anda bisa sampe bosan dengarnya.  Orang yang “lebih tua” biasanya senang menceritakan pengalamannya. Ceritanya tersebut akan membawanya kemasa-masa lalunya dan itu membuat dia bersemangat mengingat kenangannya. Dia akan merasa bangga bercerita pada Anda, Dia merasa berharga dan dihargai.. Bertanyalah pada mereka, yang punya kapasitas tentunya.Cobalah..





On Vocation : $olok & Rumah Gadang Pagaruyuang

3 02 2009

Group On vacation
Rumah gadang Pagaruyuang





Partisi hardisk terhapus!!!!

8 05 2008

Apa yang akan anda lakukan jika di kantor anda  semua databasenya hilang?

Beberapa waktu lalu, secara tidak sengaja dua partisi hardisk di kantor saya terhapus. Sialnya, partisi itu berisi data-data yang amat sangat penting. Data master software dan database kantor yang semuanya disimpan disatu tempat, datanya dah dibackup tapi di backup dihardisk, ternyata data backupnya juga hilang…walah.

Klo dah seperti ini, saya harus siap-siap. Siap tuk menerima pertanggungjawaban atas kelalaian, siap untuk membuat surat pengunduran diri dengan suka terpaksa. Namun, sebelum itu saya siapin dulu segelas air putih dan sebungkus kacang telor. Tenang, kata orang tenang itu membuat kita dapat berpikir jernih, kenyataannya saya tidak bisa tenang, karena saya mesti mikir bagaimana cara membalikin data di dua partisi ini. Air putih telah habis, kacangnya gak ketelan, masalah belum selesai. GImana caranya? apa akal?

GOOGLING

Google adalah jawabannya. Setelah saya coba ngotak-atik hardis di server 2003 ini, tetap aja gak ketemu dimana masalahnya. Partisi tetap telah lenyap, data sudah tidak bertuan. Kemudian saya coba “googling”, gunakan kata kunci ” partition recovery”, kemudian bermunculan beberapa software yang siap mengajukan diri untuk di bajak.

Setelah mencoba beberapa versi demo yang ditawarkan, saya lebih cocok mengunakan Active partition recovery Enterprise. Selain pengunaanya lebih gampang, prosesnya juga tidak lama. Setelah baca-baca help yang di sertakan (gak ngerti amat, yang penting paham), petunjuknya saya jalankan, Alhamdulillah dua partisi saya yang lenyap, sudah nongol lagi, berikut data-datanya juga terselamatkan.

Kesimpulan dan Saran :

Kesimpulan

1. Data saya balik lagi.

2. Partisi yang hilang, belum tentu benar-benar hilang, begitu juga datanya.

3. Partisi yang hilang bisa ditemukan kembali.

4. Google adalah jawabannya.

5. Saya tidak jadi mengundurkan diri.

Saran

1. Jangan mudah panik

2. Siapkan selalu air putih dan kacang telor jika panik

3. Kembali ke saran 1.