MySQL dan Fedora 8

Kemarin tanggal 10, Saya baru saja menginstall Fedora 8 di komputer. Saya sudah lama ingin menginstall linux, sewaktu kuliah dulu saya pernah mencoba beberapa distro. Perkenalan pertama dengan linux Mandrake 9, awalnya belum terlalu paham dengan cara instalasinya, pernah data saya semuanya terhapus, untungnya saya sudah ada backup. Padahal instalasi mandrake ini katanya adalah yang paling mudah. Bagi saya sebagai pemula waktu tetap aja bukan hal mudah. Waktu itu masih bingung pake root apa, jenis Ext itu apa??…ada lagi swap…bingung. Saat itulah saya nyoba-nyoba format partisi hardisk. Di linux….Hardisk tidak terbaca sperti di windows. Pembacaannya bukan C: D: E:. yang dibaca berupa format partisi.Meski bingung install linux saya tetap berhasil meski saya kehilangan windows saya…

Untuk menginstall linux kita cukup memiliki dua partisi, Root (/) dan satu lagi swap. Klo dua partisi itu sudah kita buat, Linux akan siap bersarang di komputer. Root merupakan tempat semua data installasi sperti halnya C: (baca: sistem) nya di windows. Swap adalah virtual memory buat linux, ukurannya akan lebih baik jika dibuat 2 kali besar memory RAM.

Kemarin sewaktu saya menginstall Fedora 8 Alhamdulillah tidak ada masalah karena tampilannya user friendly. Saya cukup membuat Sebuah partisi lain dari Server 2003 saya sebesar 20 GB, inilah yang saya sediakan buat sarang linux. Sebagai ROOT saya sediakan 15 GB formatnya Ext2 dan Swap saya sediakan 4 GB, kemudian 1 GB lagi saya beri buat tmp dengan format nfs.

Instalasinya cukup lama, padahal spek PC saya sudah cukup, mungkin karena DVRW yang saya pake optiknya sudah lemah…ya sudahlah toh akhirnya selesai juga. Rencananya saya ingin menginstal web server disini. Selain itu juga buat belajar lebih banyak tentang linux.

Di linux kita akan diwajibkan memiliki dua User (account). Satu buat root dan satu lagi buat user biasa. Dua-duanya harus dibuat password (klo gak???). Setelah selesai komputer saya restart kemudian saya login. Pillih User : Dismal dan Password : xxxxxx. Linuxpun muncul dengan manis.

Sekarang saatnya saya mau install jaringan. Saya masuk menu KDE 3.5 Setting > Network, selanjutnya muncul menu pop up password buat root…ternyata Ethernet saya belum terdeteksi…sempat beberapa saat otak-atik menu ini tapi tetap tidak ketemu. ya wess sementara ditinggalkan dulu.

Sekarang saatnya setting MySQL dan PHP….bingung. Untungnya waktu itu ada teman yang mau nunjukin caranya..

Nah inilah langkah-langkahnya yang saya ingat..

Pertama masuk ke Terminal (console) Sytem > Terminal

command pertamanya # cd /etc/ trus lihat isinya apa aja : # ls kemudian ditampilkan isi folder etc/. Didalam folder etc ini terdapat folder httpd. untuk masuk ke folder ini ketik # cd httpd/ dan lihat isinya dengan #ls disana terdapat file httpd.conf. Kalo di Apache kita akan menemukan file ini di folder conf. File httpd.conf ini adalah tempat pengaturan server Apache, untuk melihat dan mengeditnya ketik # vim httpd.conf

Setingan yang penting di file ini adalah letak web server yang akan kita buat. Disini Document root letaknya di “var/www/hatml/” Semua file web akan di letakkan di folder ini. Direktory juga sama yaitu ” var/www/html”.

Selanjutnya adalah pengaturan MySQL. Jika di windows, sebelumya saya mengaturnya di dalam file my.ini. di linux pengaturannya terdapat di folder /etc/ untuk itu harus pindah dulu dengan # cd /etc/. trus #vim my.conf

Dalam file my.conf yang perlu diatur cuma datadir. secara default diletakkan di /var/lib/mysql. smua file database nanti akan diletakkan di folder ini.

Sekarang saya coba ke browser dan mengetikkan : localhost/ …ternyata server httpd dan mysql belum jalan. Untuk menjalankanny masuk ke menu System > Service (bagi saya lebih mudah tampilan ini dibanding harus dari console,…maklum masih pemula). Dalam tab Background service ini akan ditemukan service2 yang sedang jalan. untuk mengaktifkan server httpd (Klo di windows kita harus start apache) , centangi httpd dan klik star, maka server web sudah bisa dijalankan. Selanjutnya saya aktifkan service mysql, caranya sama.

Oke…sudah. saya ketik lagi di browser : localhost, dan ternyata isinya belum ada. tapi yang penting pengaturannya dah berhasil. Sekarang saya ingin mengetahui isi database. Untuk melihatnya saya harus pake console.

dari console saya ketik # cd /etc/, kemudian saya ketik mysql…dan ternyata bisa lansung masuk (tanpa password). Untuk keamanan saya ganti dulu passwordnya.

Cek dulu databasenya : show databases;

disana terlihat tiga buah database standar, Inform..,mysql, test. Biasanya user root terdapat di mysql, trus saya ketik : use mysql untuk pindah ke database mysql. Selanjutnya saya ketik: show tables (untuk melihat tabel yang ada), trus untuk melihat fieldnya saya ketik :desc user .mmm… disana ada field terlihat ada field user . lansung saja saya coba update usernya dengan : update user password=password(‘xxxxsx’) where user=’root’; oke passwordnya dah diganti.

Sekarang saya tinggal meletakkan file web yang dibuat dari program php di /var/www/html. dan databasenya di folder /var/lib/mysql/

Selesai….

Ups belum….Saya coba login…eh ternyata kembali lagi ke halaman login. wah ternyata belum selesai, padahal waktu sudah menunjukan hampir jam 10 malam, saya mulainya sebelum dzuhur. Untungnya masih ada teman yang masih online…saya nanya aja (mas esda)…saya ceritakan masalahnya….dan dia bilang ….register globalnya dah di on blum???

Yups…saya lupa mengaktifkan register globalnya. Di windows letaknya biasa di folder php, dan filenya php.ini.

Di linux saya belum tahu…trus saya cari aja di console : locate php.ini

mmm..ternyata letaknya di /etc/php.ini. Lansung saja saya buka dan cari register globals trus aktifkan. untuk mengaktifkannya cukup hilangkan tanda (;) yang didepannya dan ganti “Off” menjadi “on” ..save.

Oke…saya coba login lagi…Nah akhirnya selesai juga…saya sudah bisa login.

Selesai…yups…sekarang benar2 selesai, setidaknya untuk sementara….Perburuan selanjutnya mencari driver buat Ethernet card dan Zend Optimazer. Tapi karena saya dah mulai capek…saya cuma browsing keliling dunia maya sampe pukul 12 kurang dikit (saya gk liat jam pastinya). Selesai…tidur. Nah untuk mengingatnya, maka saya menulis tulisan ini…semoga dapat menjadi pelajaran bagi saya dan bagi yang baca.

Sori klo cuma cuap2 doang…saya tidak sempat ambil print screentnya. Jadi mungkin yang baca agak bingung he…he…😀

3 responses

21 11 2008
aruhadi

Mampir ya, bagus juga ni infonya. saya lagi nyari referensi buat setting mysql di Fedora 8…

9 01 2009
diskmal

mari…mari..

16 06 2009
Edison

Mw nanya,,,

ketika kita sudah login di phpMyAdmin (dengan OS Linux), terus setelah beberapa saat kita tidak menggunakan halaman phpMyAdmin tersebut, secara otomatis halaman tersebut akan logout (sangat tidak nyaman). Default-nya 30 menit. Jadi, setelah 30 menit,halaman tersebut akan ke halaman logout.

Gimana yah caranya supaya halaman tersebut tetap login walaupun halaman tersebut belum digunakan dalam beberapa waktu.

Terimakasih,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: