Loading Tes

6 08 2018

Pondasi berfungsi untuk menopang dan mengangkur bangunan di atasnya kemudian menyalurkan ke beban dengan aman ke tanah keras sehingga mengakomodasi beban beban yang di rencanakan. Selain itu harus kuat terhadap pergeseran maupun kemungkinan terangkat.

Maka, Pondasi yang sudah dilaksanakan, baik bore pile maupun tiang pancang, sebelum dilanjutkan ke pekerjaan struktur, harus dilakukan pengujian, apakah sudah sesuai persyaratan yang ditentukan atau belum.

Pengujian yang di perlukan antara lain :

1. Load test vertikal/axial

2. Load test horizontal

3. Tes PDA.

Untuk tes keseragaman struktur pondasi, biasa dilakukan test PIT atau pile integrity Tesy

Load test vertikal mengacu ke peraturan ASTM D1143-81. Beban yang di aplikasi kan yaitu 2x lipat beban rencana. Atau 200%.

Load test horizontal mengacu ke peraturan ASTM D3966-81. Beban yang di aplikasi kan yaitu 2x lipat beban rencana.

Pengujian dianggap baik jika.

Total settlement tidak lebih dari 1 inch. (New York code)

Note: settlement adalah penurunan struktur secara bertahap ketika tanah dibawah terkonsolidasi akibat dibebani secara bertahap.

Batas penurunan plastis sebesar 0.25 inch. (AASHO)

Perbandingan antara pertambahan penurunan dengan pertambahan beban tidak melebihi 0.03 inch /ton (OHIO)

Saat pengujian perlu di perhatikan kestabilan beban, jangan sampai miring. Alat hidrolik tidak bocor. Pile cap tidak pecah atau retak. Kali raso alat masih berlaku.

Sesuai peraturan, beban yang di sediakan bisa berupa blok beton harus di lebihkan 10% dari beban total.

Advertisements




The Royale Springhill Residences Project

11 04 2010

Proyek Apartemen 32 Lantai dan 2 Basement, Luas lahan 23.457 m2 dengan jumlah unit kamar 864 unit.

Pekerjaan Pondasi

Tahap 1. Pekerjaan Borpile dan Pancang.

Pemasangan Besi tulangan dan pemancangan. Besi D16, D19,D22 diameter borpile = 1000 mm dan Tiang pancang 45x45x1400. Mutu beton Fc 45. Pada pekerjaan tiang pancang perlu diperhatikan vertikality, jumlah pukulan, dan hasil kalendering. Pada pekerjaan Borpile penting untuk memasang beton decking untuk menjaga jarak selimut beton, selain itu elevasi tentu hal utama yang harus diatur. Pekerjaan persiapan lainnya yang tidak kalah penting yaitu akses/ jalur mixer menuju titik borpile. Pernah kejadian, karena kurang memperhatikan akses jalan, akhirnya mixer tidak bisa menuju lokasi pengecoran tiang pancang, akibatnya beton keburu “setting” atau mengeras, sehingga tidak dapat digunakan.

Pengaturan elevasi Borpile. Orang survey slalu menemani pekerjaan ini, agar elevasi yang diinginkan tercapai sesuai rencana.

Tes PIT. Pile integrity Test ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan sebuah tiang pancang. Dari hasil ini akan didapatkan grafik yang menunjukkan apakah tiang tersebut monolit atau tidak.

PIT mengunakan prinsip penyaluran getaran gelombang, dengan menempatkan 5 titik uji di permukaan tiang, lalu dipukul dan hasilnya akan tampil grafik yang menunjukkan perilaku tiang tersebut. Pengujikan ini dilakukan selain dari spek, juga karna tiang ini dicurigai tidak layak, pasalnya pengecoran sempat terhenti dikedalaman 28 m.

Sambungan. Sambungan ini memerlukan pengawasan yang baik, kadang pekerja sudah terlalu capek, shingga tidak semua tulangan yang di las.

Sambungan Socket. Sambungan socket merupakan alternatif untuk tiang amblas, alternatif lain yaitu dengan melakukan joint (pengelasan). Kedua alternatif ini bisa digunakan bila tiang dibawahnya lurus, tapi jika tiang dibawahnya tidak vertikal, sambungan ini akan sia-sia karna saat dipukul Hammer seberat 5.3 ton sambungan socket maupun las akan hancur. Solusi lain yaitu dengan menambah tiang sisipan, cara ini tentu lebih aman dan pengerjaannya tidak rumit, hanya saja sering terkendala soal biaya.

Loading Test. Loading tes adalah uji pembebanan aksial pada tiang pancang maupun Borpile.

Lebih dekat dengan Loading Test. Gambar ini menunjukkan posisi pembebanan tiang pancang dengan beberapa alat ukur penurunan/pergeseran tiang pancang.